Sukseskan Program Sosial ABN Melalui Pelaksanaan Program Penggalangan Dana Cerdas GMS

Kini hadir GlobalMindSolution - Program Penggalangan Dana Cerdas satu-satunya di Indonesia yang menerapkan Metode Multi Level dalam Pelaksanaannya yang Sangat memungkinkan bagi siapa saja untuk berkesempatan membantu orang lain sekaligus berpeluang pasti untuk dapat merubah hidup.
Dikirim oleh : Founder | Kunjungi Website

Nurfaidah, Bocah Yatim Piatu Butuh Uluran Tangan Dermawan

BELOPA -- Nurfaidah, bocah berusia 10 bulan (bukan 10 tahun. Red) kini sebatangkara. Kedua orangtuanya telah wafat dalam musibah kebakaran di Desa Angkona, Luwu Timur. Selain orangtuanya, kakak kandungnya, Islamuddin, berusia 10 tahun, juga telah dipanggilan Yang Maha Kuasa.

Nurfaidah mengalami luka bakar di bagian muka, tangan, dan kakinya. Sesekali bocah mugil itu merintih menahan sakitnya penderitaan yang dialami. Agar lukanya cepat sembuh, bocah tersebut dalam perawatan medis di RSUD Batara Guru.

Untuk meringankan beban penderitaanya, uluran tangan dari dermawan sangat diharapkan, sebab disamping berobat jalan, bocah tersebut membutuhkan makanan dan minuman yang berimbang seperti susu. Apalagi, Nurfaidah tidak lagi menikmati ASI, setelah ibunya dijemput maut dalam kebakaran hebat itu.

Yang terketuk hatinya silakan salurkan lewat rekening 0202391856 BNI Cabang Palopo atas nama Mulhusna. Saat ini bocah malang ini diasuh Hariyanti, saudara kandung ibu.

Tragedi memilukan yang merenggut nyawa kakak dan kedua orang Nurfaidah terjadi Minggu 15 April lalu, usai Maghrib di rumah Faidah, di Angkona Luwu Timur. Hariyanti, yang tidak lain tante Nurfaidah menuturkan. Di malam Senin itu, setelah salat Maghrib, Jufri, ayah Nurfaidah bergegas ke warung di samping rumahnya untuk membeli minyak tanah karena minyak dalam pelita tinggal sedikit. Namun yang dibelinya bukan minyak tanah tapi bensin.

Tiba di rumah, Jufri langsung mengisi botol pelita tua dalam keadaan menyala. Petaka pun terjadi, api langsung menjilat tubuh Jufri, demikian istri (Rahmawati) dan anaknya (Islamuddin).

Dengan nyala api di tubuhnya, Jufri mencoba menyelamatkan istrinya dengan menarik bersama Islamuddin keluar rumah. Ketiganya tak kuasa teriak karena hidung dan mulutnya disesaki asap dari kobaran api di tubuhnya masing-masing.

Namun dengan sekuat tenaga, Jufri berusaha memadamkan api di tubuh Islamuddin dengan handuk basah. Api ditubuh anaknya padam seiring turun hujan deras yang turut memadamkan api di tubuh Rahmawati.

Saat itu, Nurfaidah sedang tidur dalam ayunan. Sang Ayah kemudian berlari masuk ke rumah dan mengangkat keluar Nurfaidah. "Waktu dirawat di rumah sakit, ayah Nurfaidah sempat cerita sama saya. Waktu menolong Nurfaidah, kepala anaknya itu sudah keluar dari ayunan. Tali ayunannya dibakar api dan meleleh, menetes mengenai wajah dan tubuh Faidah. "Kalau saya ingat cerita itu, rasanya tidak sanggup,” jelas Hariyanti.

Sepekan dirawat di RSUD Ilaga Ligo, Wotu, nyawa Jufri tak tertolong. Pasalnya, selain menderita luka bakar, paru-paru, dan lambungnya rusak. Ia dimakamkan di kampung halamannya, Bone.

Cinta sehidup semati, sang istri, Rahmawati juga menyusul kepergian suaminya sepekan kemudian, Rabu 2 Mei lalu. Desa Malela, Luwu menjadi peristirahatan terakhirnya, dan pekan lalu giliran Islamuddin meninggal dunia. (Sumber)

Entri Populer

MAU MENOLONG? MINTA DITOLONG?
Atau

STATISTIK

SEO Stats powered by MyPagerank.Net